Menu

Ketahui beberapa faktor resiko penyebab dari penyakit demensia

Leave a comment

Siapa yang menginginkan penyakit chancroid itu terjadi, faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan pada daya ingatan. Semua orang pasti sangat menginginkan untuk memiliki daya ingatan yang kuat, karena hal tersebut sangat berpengaruh pada berjalannya aktifitas kia sehari-hari. Apalagi yang memiliki peran didunia public speaking atau yang suka hidup bersosial dengan lingkungan, kata lainnya adalah aktif dalam segala hal. Kekuatan otak sangat berperan penting untuk menjadi pendukung dalam semua itu. Berikut beberapa resiko penyebab demensia itu terjadi, diantaranya:

  • Malas berolahraga

Tidak disangka, ternyata kurangnya aktifitas atau gerak pada tubuh kita juga menjadi salah satu penyebab dari penyakit tersebut. masihkah kita mau bermalas-malasan walau hanya sekedar untuk bangun dipagi hari lalu bejalan-jalan santai sejenak. Pasalnya, minim waktu berolahraga dapat meningkatkan risiko terhadap timbulnya berbagai penyakit kronis yang memengaruhi fungsi otak. Seperti, penyakit jantung, gangguan sirkulasi darah, kelebihan berat badan atau obesitas, hingga diabetes. Apalagi ketika orang dewasa yang mulai memasuki usia senja dan tidak melakukan olahraga secara teratur.

  • Usia

Penuaan tidak hanya menyebabkan keriput di wajah atau uban di rambut kepala yang sering kita lihat pada umumnya, akan tetapi penuaan juga berpengaruh dalam faktor melemahnya sistem kekebalan tubuh dan kemampuannya untuk memperbaiki sel-sel yang rusak, termasuk sel-sel yang berada dalam saraf otak. Bahkan sistem kerja jantung untuk memompa darah segar tidak lagi seoptimal dulu. Dan hal tersebut ketika terjadi pada otak dengan jangka waktu yang cukup lama akan mengalami penyusutan sehingga kemudian memengaruhi fungsinya. Faktor-faktor inilah yang diduga kuat memengaruhi risiko penyebab demensia terjadi di usia senja. Hal ini yang menjadi sebab mengapa semakin usiaumur kita semakin besar pula untuk mengalami penyakit tersebut. Diperkirakan 1 dari 14 lansia berusia 65 tahun hidup dengan demensia, dan pada 1 dari 6 orang usia 80 tahun ke atas.

  • Cedera kepala

Cedera kepala yang parah ternyata  dapat mengakibatkan kerusakan otak. Sekecil apapun yang kita rasakan jika berhungan dengan kepala hal tersebut tidak dapat dibiarkan. Semisal, kejedot atau terbentur dengan sesuatu yang cukup keras. Beberapa hasil studi tahun 2014 mengungkapkan bahwa orang yang berusia 55 tahun ke atas yang menderita cedera otak berisiko lebih tinggi mengalami demensia, sementara bahkan cedera otak ringan bisa meningkatkan risiko terjadinya demensia pada lansia 65 tahun ke atas.

  • Penyakit yang Anda alami

Perlu kita fahami sebenarnya demensia bukanlah penyakit, melainkan serangkaian gejala yang bisa menandakan adanya penyakit. Alzheimer, Parkinson, hingga gangguan peredaran darah (stroke dan aterosklerosis) yang bisa disebabkan oleh kolesterol termasuk penyakit yang menjadi salah satu faktor resiko penyebab demensia, sepertihalnya sempitnya pembuluh darah ternyata disebabkan oleh penumpukan plak kolestrol sehingga mengganggu aliran darah ke otak.

  • Aktif merokok

Merokok dapat merusak pembuluh darah tubuh, mengganggu sirkulasi darah, dan meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit jantung. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan kenapa perokok lebih mungkin untuk mengalami demensia daripada orang yang tidak merokok.

  • Depresi

Depresi diduga kuat menjadi penyebab demensia di usia lanjut lantaran gejala depresi yang membuat seseorang menarik diri dari lingkungan sekitarnya. Isolasi sosial lama-kelamaan dapat berdampak negatif pada fungsi dan kesehatan otak. Jadi tidak heran jika depresi menjadi salah satu faktor penyebab demensia. rutin berolahraga dan pola makan yang sehat ternyata dapat membantu dalam pencegahan depresi tersebut. maka, citakan perubahan pola hidup menjadi lebih sehat.

  • Pola makan tidak sehat

Tubuh yang sehat adalah dia yang mendapatkan makanan secara teratur. Dan hal tersebut jarang terjadi, apalagi untuk sekedar mengatur pola makan secara baik. Dan ternyata tanpa kita sadari pola makan tersebut menjadi faktor penyebab demensia dimasa depan. Akan tetapi kebanyakan makan makanan berlemak, seperti makanan yang terlalu banyak garam, dan asupan gula ternyata juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Sepertihalnya kesehatan jantung, pembuluh darah, dan otak. Sehingga menjadi pemicu terjadinya demensia.[1]

“dilansir dari laman Alodokter” Untuk melakukan diagnosis pada penyakit demensia ternyata cukup sulit, hal ini karena gejalanya mirip dengan penyakit lain. Oleh karena itu, dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya. Sebagai langkah awal, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien untuk mengetahui seberapa besar gejala yang dapat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari. Dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan pasien serta keluarga untuk mengetahui apakah ada riwayat demensia dari faktor genetik. Setelah itu, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan


[1] Sumber referensi Hellosehat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *